Benfica Sekalinya Kembali ke Sistem Gugur

Benfica Sekalinya Kembali ke Sistem Gugur

Benfica Sekalinya Kembali ke Sistem GugurAjax Amsterdam akan berasa untung kebagian team Portugal yang lebih kurang kuat, Benfica, selesai drawing ulangi set 16 besar yang usai dilaksanakan pada Senin malam (13/12). Sebelumnya Benfica disandingkan dengan juara 13 kali, Real Madrid.

Kasus tehnis jadi pemicu drawing diulangi sesudah di kesempatan pertama Villarreal salah terpasangkan dengan Man United dan bola Red Devils diacuhkan pada drawin Atletico.

Team asal Portugal Benfica menempati rangking ke-2 Group E Bandar Slot Bet Terkecil musim 2021/22 ini, sukses singkirkan Barcelona buat bisa lolos sebagai team ke-2 sesudah Bayern Munchen.

Benfica ialah juara Eropa 2x selainnya 5 kali bisa lolos sebagai finalis, walau juga semuanya terjadi nun jauh di situ. 2x titel juara dicapai tahun 1961 dan 1962, sementara jadi finalis terjadi pada beberapa tahun 1963, 1965, 1968, 1988 dan 1990.

Link : https://www.tatasechallenge.org/community/forums/users/sobatjp/

Pemain terpopuler sudah pasti ialah Eusebio, salah satu peraup Ballon d’Or yang bermain untuk club Portugal.

Calon pesaing Benfica di 16 besar kemungkinan suka menyaksikan team ini telah kecapekan. Mereka berusaha semenjak set kwalifikasi ke-3 , menaklukkan Spartak Moscow, selanjutnya menang atas Slot Bet Terendah PSV Eindhoven, saat sebelum masuk penyisihan group.

Menempati rangking 29 dari beberapa ratus club di seantero Eropa pasti bukan suatu hal yang cukup mengerikan. Tetapi, salah satunya argumen khusus kenapa team Portugal ini lolos sampai ke 16 besar ialah kekuatan mereka mengalahkan Barca dengan score 3-0 pada tatap muka pertama ke-2 kesebelasan di Lisbon.

Di tim Benfica ada sisa pemain belakang Manchester City, Nicolas Otamendi, yang populer keras kepala dalam menjaga daerahnya, selainnya Rafa Silva sebagai penerobos baris belakang musuh dan Darwin Nuñez sebagai pembuat gol paling banyak team.

Link: Sobatjp

Figure yang lain benar-benar tentukan dari sisa juara Eropa dua ini kali ialah si manager, Jorge Jesus. Sepanjang masa pertama kalinya semenjak 2009 sampai 2015, Jesus memenangi sepuluh piala: tiga gelar Liga Portugal, satu Piala Portugal, satu Piala Super, dan lima Piala Liga. Ia kembali untuk periode kedudukan ke-2 di tahun 2020.